Bagi para pejuang garis dua, program bayi tabung atau IVF sering jadi harapan terakhir untuk punya momongan. Apalagi setelah melihat sederet selebriti dunia berhasil hamil di usia 40 tahun ke atas. Nama-nama seperti Anne Hathaway yang hamil di usia 43, Natalie Portman di 45, bahkan Jennifer Meyer yang melahirkan di usia 49, jadi bukti bahwa usia bukan halangan.
Namun, di balik kisah sukses yang gemerlap, ada realita pahit yang jarang diceritakan. Seperti kata Jaime Knopman, ahli endokrinologi reproduksi di CCRM Fertility New York, banyak pasiennya datang dengan penuh harapan karena terinspirasi kisah artis. Mereka pikir, kalau artis bisa, kenapa saya tidak?
Harapan vs Kenyataan: Peluang Hamil di Usia 45 Tahun
Faktanya, peluang hamil dengan sel telur sendiri setelah usia 45 tahun sangatlah kecil. Menurut studi paling komprehensif, kurang dari 3 persen perempuan yang memulai siklus IVF di usia 45 tahun bisa melahirkan bayi hidup. Angkanya bahkan mendekati nol di usia 46 tahun ke atas.
Meski begitu, bagi mereka yang sangat menginginkan anak, peluang sekecil apa pun terasa seperti secercah harapan yang tak mau dilepaskan. Inilah yang membuat banyak perempuan nekat mencoba berbagai cara, termasuk prosedur eksperimental yang mahal.
Berbagai Prosedur Eksperimental dan Mahalnya
Selain IVF standar, ada beberapa prosedur tambahan yang ditawarkan untuk meningkatkan peluang, seperti terapi sel punca, terapi penggantian mitokondria, dan PRP ovarium. Prosedur PRP ovarium misalnya, melibatkan pengambilan darah, memisahkan trombosit, lalu menyuntikkannya ke ovarium. Harapannya, ini bisa mengaktifkan folikel yang 'tertidur'. Biayanya pun tidak murah, bisa mencapai USD 3 ribu atau sekitar Rp 45 juta untuk sekali prosedur.
Tingkat Keberhasilan IVF Setelah 40 Tahun
Untuk memahami peluangnya, berikut data tingkat keberhasilan IVF menggunakan sel telur sendiri berdasarkan usia:
- Usia 43-44 tahun: 8-10 persen per siklus
- Usia 45 tahun ke atas: kurang dari 5 persen per siklus
Namun, kabar baiknya, kalau menggunakan sel telur donor, tingkat keberhasilannya melonjak drastis. Berdasarkan data CDC, perempuan usia 43-45 tahun punya peluang sukses sekitar 37 persen. Tentu saja, angka ini hanyalah rata-rata, bukan patokan mutlak. Keberhasilan tiap orang sangat dipengaruhi oleh cadangan ovarium, kondisi kesehatan, dan protokol perawatan yang dijalani.
Tips untuk Pejuang Garis Dua
Buat kamu yang sedang berjuang, ingatlah bahwa setiap perjalanan itu unik. Jangan terlalu membandingkan diri dengan orang lain, terutama dengan kisah artis yang seringkali tidak menampilkan keseluruhan prosesnya. Konsultasikan kondisimu dengan dokter spesialis reproduksi untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dan yang terpenting, jaga kesehatan fisik dan mentalmu selama proses ini.
Perjuangan memiliki anak memang tidak mudah, namun dengan pengetahuan dan dukungan yang tepat, kamu bisa melewatinya. Semangat, ya!